Selamat Datang

Salam berbagi..
Selamat datang di blog pribadi saya, ini adalah tempat aktualisasi saya tentang pekerjaan, ide dan kreatifitas saya.
Semoga bisa bermanfaat untuk semua yang telah berkunjung ke blog ini.


Rabu, 27 Agustus 2014

GIAT RIKKES BIDOKES POLDA JATIM DI POLRES BONDOWOSO

Pada hari ini Rabu tanggal 27 Agustus 2014 pukul 08.30 Wib s/d selesai Personil Polres Bondowoso melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala di Gedung Serbaguna Polres Bondowoso yang dilaksanakan oleh tim dari Biddokkes Polda Jawa timur.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala meliputi pengambilan darah, Urine, EKG, Rontgen dan Keswa (Kesehetan Jiwa). Kegiatan di ikuti 142 personel, masing-masing dari Satuan Brimob 40 Personel, Anggota Polres dan Polsek Jajaran 90 personel serta Anggota RS Bhayangkara 12 Personel. Dan bagi anggota yang kelebihab berat badan / overweight melaksanakan giat lari siang di Polres Bondowoso.

Selasa, 26 Agustus 2014

APEL KPNSOLIDASI PAM PHPU PILPRES 2014 DI POLTES BONDOWOSO

Pada hari Selasa tanggal 26 Agustus 2014 pukul 08.00 Wib bertempat di halaman depan Polres Bondowoso, dilaksanakan Apel Konsolidasi Pasca Pengamanan PHPU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 Polres Bondowoso Kegiatan Apel Konsolidasi pasca pam PHPU Pilpres 2014 di ikuti para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran Polres Bondowoso dengan pasukan satu pleton Anggota TNI, satu pleton Anggota Brimob, dua pleton Anggota Dalam, satu pleton Anggota Lantas, dua pleton anggota Reskrim dan Intel, satu pleton Anggota Dishub dan satu pleton Anggota Satpol PP Kab. Bondowoso. Pelaksanaan apel berlangsung dengan lancar dan tertib.

Sabtu, 23 Agustus 2014

GIAT PAM PELANTIKAN ANGGOTA DPRD KAB. BONDOWOSO PERIODE 2014-2019

Sabtu, 23 Agustus 2014 jam 07.00 s/d selesai Polres Bondowoso melaksanakan kegiatan pengamanan Prosesi pelantikan/sumpah janji  45 Anggota DPRD terpilih Periode 2014-2019 dalam rapat paripurna di Gedung  DPRD Bondowoso. Dalam kegiatan tersebut 1 kompi Anggota Dalmas Polres Bondowoso beserta tim Negosiator (Polwan) dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut di dalam Gedung serta area Kantor DPRD Bondowoso.

Pelantikan 45 Anggota DPRD Terpilih 2014-2019 oleh Ketua Pengadilan Bondowoso DIDIK SETYO SUHANDONO, S.H., M.H. dan dihadiri Bupati Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso,, Dandim 0822 Bondowoso, Forpimda Kab. Bondowoso serta Tamu Undangan. Kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.






Jumat, 22 Agustus 2014

PERINGATAN HARI JADI BONDOWOSO


Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bondowoso ke 195 Tahun 2014, Tadi malam Jum’at 22 Agustus 2014 Jam 20.00 S/d Selesai bertempat di Alun-Alun Bondowoso dilaksanakan kegiatan pentas drama kolosal dengan judul Babad Bondowoso Episode “LANGIT MERAH DITANAH SENTONG”. Dimana saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan pentas tersebut dan memerankan tokoh utama yaitu sebagai Raden Bagus Assrah atau Mas Ngabehi Astrotruno.


Dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bondowoso beserta Ibu, Wakil Bupati beserta Ibu, Pimpinan Forum Kab. Bondowoso beserta Ibu serta Undangan. Masyarakt Bondowoso sangat antusias untuk melihat tontonan drama kolosal yang mencerikan tentang kisah babat alas Bondowoso sehingga Polres Bondowoso mengerahkan Anggota Dalmas sebanyak 1 Kompi dan Staf gabungan sebanyak 2 pleton untuk mengamankan kegiatan drama kolosal yang mengangkat cerita tentang babad Bondowoso episode Langit Merah Ditanah Sentong”.

Diceritakan dalam pentas drama kolosal tersebut adalah asal mula kota Bondowoso dimana semasa pemerintahan Bupati Ronggo Kiai Suroadikusumo di Besuki, daerah Besuki mengalami kemajuan dengan berfungsinya Pelabuhan Besuki yang mampu menarik minat kaum pedagang luar, utamanya dari Pulau Madura, yang kemudian menetap di Besuki. Tak dapat dipungkiri bahwa suasana Besuki semakin ramai dan semakin padat penduduknya sehingga kemudian perlu dilakukan pengembangan wilayah. Untuk itu perlu dibuka wilayah baru ke arah tenggara dengan membuka hutan, kemudian menjadikannya daerah hunian dan bisa didirikan kota.
Ketika rencana itu dibahas di tingkat kabupaten, Kiai Patih Alus mengusulkan agar Mas Astrotruno, putra angkat Bupati Ronggo Suroadikusumo, menjadi orang yang menerima tugas tersebut- Alasannya, ia telah mampu melaksanakan tugas-tugas kenegaraan yang diberikan padanya sehingga sekarang perlu diberikan tugas- tugas baru yang lebih berat.
Usui itu diterima oleh Kiai Ronggo-Besuki, dan Mas Astrotruno juga sanggup memikul tugas itu. Sebagai seorang ayah angkat, Kiai Ronggo Suroadikusumo perlu terlebih dahulu menikahkan Mas Astrotruno dengan salah seorang putri dari Bupati Probolinggo Joyolelono, yaitu Roro Sadiyah. Sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya, mertua Mas Astrotruno menghadiahinya seekor kerbau putih (bule) yang dongkol (tanduknya melengkung ke bawah). Kerbau putih itu untuk dijadkan teman perjalanan sekaligus penuntun mencari daerah-daerah yang subur. Kerbau itu bernama “Melati”.

Karena hutan yang ditebangnya itu sangat lebat, maka Mas Astrotruno dibantu oleh empat orang asisten yaitu Puspo Driyo, Jotirto, Wirotruno, dan Jiwo Truno. Dengan peralatan dan perbekalan secukupnya, Mas Astrotruno beserta rombongan berangkat melak­sanakan tugasnya menuju ke arah selatan, menerobos wilayah pegu nungan sekitar Arak-arak (jalan lintas itu sekarang tidak digunakan) di kemudian hari jalan itu sering disebut orang dengan sebutan “Jalan Nyi Melas”. Rombongan lalu menerobos ke timur dan Sampailah mereka di Dusun Wringin, melewati gerbang yang disebut 
                                                                                    “Lawang Saketeng”.

Kemudian dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan Sungai Blindungan, di sebelah barat Sungai Kijing, dan di sebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan). Tempat itu kemudian dikenal sebagai “Kabupaten Lama” Blindungan, terletak kurang leih 400 meter di sebelah utara Alun-alun. Pekerjaan membuka jalan itu berlangsung selama lima tahun (1789-1794). Untuk memantapkan wilayah kekuasaan baru di pedalaman, setelah kondisinya mapan, Mas Astrotruno pada 1808 diangkat menjadi demang dengan gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno, 
                                                                                    dan sebutannya adalah Demang Blindungan.


Pada 1819 Bupati Adipati Besuki Raden Ario Prawiroadiningrat meningkatkan statusnya dari Kademangan menjadi wilayah lepas dari Besuki, dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dan pimpinan agama dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, serta dengan predikat Ronggo I. Peristiwa besar pengukuhan Kiai Ronggo Kertonegoro sebagai Bupati Adat dilaksanakan dalam suatu upacara adat yang khidmat secara ritual berupa penyerahan tombak Tunggul Wulung oleh Raden Ario Adipati Prawiroadingrat kepada Mas Ngabehi Kertonegoro atau Ronggo I. Acara ini berlangsung pada hari Selasa Kliwon, 25 Syawal 1234 Hijriah atau 17 Agustus 1819. Peristiwa itu kemudian dijadikan eksistensi formal Bondowoso sebagai wilayah kekuasaan mandiri di bawah otoritas kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso. Kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso meliputi wilayah Bondowoso dan Jember, dan berlangsung antara 1819-1830.














GIAT POS KHIDMAT POLRES BONDOWOSO DI MASJID AT TAWWABUN LAPAS KLAS IIB BONDOWOSO

Dalam rangka kamtibmas dan safari Jum’at Polres Bondowoso melaksanakan program “POS KHIDMAT” (Polisi Khotib dan Ceramah Sholat Jum’at). Saya dan seluruh Anggota yang dibekali kemampuan berkhutbah menjadi khotib di Masjid Kecamatan dan Desa. Pada hari Jum'at 22 Agustus 2014 jam 12.00 Wib bertempat di Masjid At Tawwabun Lapas Klas IIB Bondowoso, saya melaksanakan giat Sholat Jum'at sekaligus bertindak selaku Khotib, adapun tema dalam Khutbah kali ini adalah “IDUL FITRI MENJAWAB KEHAMPAAN SOLIDARITAS”.
Program ini dilaksanakan oleh regu Pos Khidmat yang masing-masing regu terdiri dari 10 anggota. Kemudian regu tersbeut disebar kewilayah atau daerah yang telah ditentukan diwilayah Polres Bondowoso untuk melaksanakan khutbah Jum’at dan pembinaan masyarakat.


Saya menyampaikan pesan-pesan dalam Khutbah Jum’at hari ini dan yang perlu digaris bawahi adalah :


~ Dengan kita berada pada pertengahan bulan syawal 1435 itu artinya kita sudah sekian hari menikmati indahnya berhari raya idul fitri, idul fitri datang setiap tahun, kehadiranya sebagai satu siklus sehabis puasa ramadhan, ia telah membangkitkan naluri manusiawi yang mulus dan bermartabat, ia laksana tonggak emas tempat pemberhentian sejenak manusia memperbaiki posisi dalam mengarungi perjalanan hidup, itulah fitrah insani secara wajar jikalau manusia menempatkan dirinya sebagai makluk yang tahu akan harga dirinya.

~ Peran aktif dan positif dalam proklamasi 17 Agustus 1945 maka akan membangkitkan patriotisme dan solidaritas manakala datang hari tanggal 17 Agustus tiap tahun. Demikianlah, maka orang yang mengambil peran aktif dan positif secara lahiriah dan maknawiyah selama bulan ramadhan berjalan, tentulah, insallah, akan bangkit jiwanya manakala datang idul fitri, orang seperti ini dengan kesadaran sendiri.

~ Akhir-akhir ini baik melalui media elektronik, media massa, maupun jejaring sosial ramai dengan pemberitaan tentang agama dijadikan sebagai dalih untuk memuaskan nafsu dan kepentingan kelompok. Siapapun yang mendengar pasti merasa sedih, bagaimana bisa orang atau segerombolan orang mengumandangkan kalimat-kalimat suci tapi disaat  yang sama, mengumpat, mencaci dan memaki. Bagaimana bisa orang-orang itu berteriak-teriak tentang penegakan syariat dan ukhuwah islamiah, tapi disaat yang sama mereka menebarkan permusuhan dan melakukan penganiayaan kepada sesama saudara. Bagaimana bisa sekelompok orang itu, dengan slogan-slogan mulia seperti membangun akhlaqul karimah dan kehidupan beradab, tapi sikap dan perilaku yang justru tidak beraklaq dan tidak beradab, mereka bilang katanya berjuang demi agama dan Negara. Dan marilah kita renungkan bersama sesusai dengan ayat-ayat Allah yang telah mewanti-wanti kita akan bahaya dan kejelekan orang yang berlebih-lebihan maupun perbuatan yang berlebih-lebihan.



Kamis, 21 Agustus 2014

BONGKAR MAKAM UNTUK KEPERLUAN OTOPSI JENAZAH KORBAN PENGANIAYAAN AYAH TIRINYA.

Kamis 21 Agsustus 2014 jam 09.00 Wib s/d selesai bertempat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kel. Badean Bondowoso, Kepolisian Resort Bondowoso membongkar makam YANSI ISIANDI EKA MARHIANTONI (16) untuk keperluan otopsi jenazah. Hal ini dilakukan untuk  keperluan penyidikan guna mengungkas penyebab tewasnya pria tersebut yang dianggap janggal oleh pihak Kepolisian. Saya menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam YANSI ISIANDI EKA MARHIANTONI (16).
Proses otopsi hingga saat ini masih dilakukan oleh tim dokter forensik dari RSUD  dr Koesnadi Bondowoso dan petugas Dokkes Polres Bondowoso. Saya sampaikan  bahwa otopsi dilakukan untuk mencari alat bukti lain dalam keperluan penyidikan. Hasil dari pemeriksaan tim forensik tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut sehingga bisa jelas semuanya.
YANSI ISIANDI EKA MARHIANTONI (YANSI), Umur 16 Tahun, Pelajar SPMA Bondowoso Kelas 1, alamat Kel. Badean Rt 07/01 Kec. Kota Bondowoso meninggal dunia setelah dianiaya ayah tiri korban a.n. SUMAR SUBAGIO dan saat ini pelaku (SUMAR SUBAGIO) sudah ditahan di Polres Bondowoso dalam rangka proses sidik dan dijerat dengan Pasal 44 (3) UU 23/2004 tentang KDRT, subs. Pasal 80 (4) UU 23/2002 tentang kekerasan terhadap anak, lebih subs. Pasal 351 (3) KUHP tentang anirat akibatkan meninggal dunia.







APEL BERSAMA DINKES BONDOWOSO DI MAPOLRES BONDOWOSO

Pada hari ini Kamis tanggal 21 Agustus 2014 jam 08.00 Wib Polres Bondowoso melaksanakan apel bersama para Kabag, Kasat, Pa Staf dan Anggota Polres Bondowoso serta Undangan (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso beserta Staf)  dan dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi standar prosedur operasional bagi awak ambulance di gedung serbaguna Polres Bondowoso .


Saya menghimbau kepada para petugas yang mengawaki kendaraan bermotor ambulance dan kepada semua pengemudi kendaraan bermotor sekurang-kurangnya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Seorang Pengemudi harus memiliki kemampuan mengemudi yang baik dan benar (Santun), melengkapi diri tentang perlengkapan perorangan, menguasai struktur dan kultur jalan raya sebagai media lalu lintas dan memiliki kepekaan social, kemanusiaan dan tanggung jawab tugas.
2. Para medic dituntut memiliki loyalitas, profesionalitas dan tanggung jawab tugas sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki kemampuan PPGD dan ATLS / ACLS.
Berkaitan dengan hal tersebut Polres Bondowoso dengan dinas kesehatan Bondowoso bekerja sama pada hari mengumpulkan seluruh kendaraan ambulance beserta para petugas yang mengawaki yang ada di Bondowoso, untuk mendapatkan sosialisasi standar operasional prosedur, sebagimana teknis mengemudi kendaraan ambulance dengan baik dan benar untuk meningkatkan kwalitas pengemudi sebagaiman yang persyaratkan oleh UU No 22 Tahun 2009 tentang Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULAJ).

Pengecekan kondisi kelayakan ambulan beserta dengan kelengkapannya.








Selasa, 19 Agustus 2014

REKRONSTRUKSI TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENYEBAKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA

Polres Bondowoso, Selasa 19 Agustus 2014 menggelar rekonstruksi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Rekonstruksi digelar di Tkp Kel. Badean Rt 07/01 Kec. Kota Kab. Bondowoso. Puluhan warga tampak memadati lokasi, Mereka ingin melihat kasus penganiyaan tersebut. Tersangka SUMAR SUBAGIO dihadirkan dalam reka ulang tersebut dan Ibu korban juga ikut dalam proses rekonstruksi.  
Adapun dalam reka ulang, korban diperankan oleh peran pengganti. Saat menyaksikan reka ulang tersangka bertubi-tubi memukuli korban menggunakan sandal dibagian kepala berkali-kali, Selanjutnya menjambak korban YANSI ISIANDI EKA MARHIANTONI dan diseret keluar rumah dilanjutkan memukuli korban dengan potongan bambu dibagian kaki dan tubuh korban hingga jatuh tersungkur di dekat tersangka.

Saya menyaksikan secara langsung proses rekontruksi tersebut. Dan saya sampaikan bahwa Polres Bondowoso akan terus mendalami kasus tersebut dan direncanakan akan dilaksanakan bongkar makam untuk dilakukan autopsi terhadap korban. Terkait kasus tersebut Kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 44 (3) UU 23/2004 tentang KDRT, subs. Pasal 80 (4) UU 23/2002 tentang kekerasan terhadap anak, lebih subs. Pasal 351 (3) KUHP tentang anirat akibatkan meninggal dunia.

Senin, 18 Agustus 2014

RAPAT KOORDINASI TTG PRA,SAAT,PASCA PUTUSAN PHPU PILPRES 2014 DI POLRES BONDOWOSO

Dasar perintah lisan Kapolda Jatim melalui Karoops Polda Jatim tanggal 16 Agustus 2014 tentang antisipasi pra/saat/pasca putusan siding PHPU Pilpres oleh MK di Jakarata. Dilaporkan Senin 18 Agustus 2014 jam 09.00 Wib s/d selesai bertempat di Gedung Serbaguna Polres Bondowoso dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Antisipasi Putusan Sidang PHPU Pilpres 2014. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Bondowoso, Para Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran serta Pa Staf Polres Bondowoso dan Tamu Undangan masing-masing dari KPU Bondowoso, Panwaslu Bondowoso, Kasdim 0822 Bondowoso, Pasi Intel 514 Raider, Bakesbang dan Disparporahub Bondowoso.


Polres Bondowoso beserta jajaran dan perkuatannya dibantu instansi terkait dan elemen masyarakat lainnya menyelenggarakan rapat koordinasi dalam rangka kesiapan serta antisipasi pra / saat / pasca putusan siding PHPU di MK Jakarta tanggal 21 Agustus 2014. Pengaruh rangkaian kegiatan tersebut mempengaruhi kegiatan masyarakat diseluruh wilayah khususnya di Bondowoso. Polri mengedepankan kegiatan pre-emtif dan preventif yang didukung kegiatan deteksi/inteljen dan penggalangan serta kegiatan penegakan hukum sehingga situasi kamtibmas yang kondusif di Wilayah Kab. Bondowoso.

Saya menyampaikan beberapa langkah yang perlu diantisipasi pra, saat dan pasca putusan sidang PHPU Pilpres, dan diantaranya :
1. Laksanakan koordinasi dengan lintas sektoral/diskpilkada dan penggalangan kepada tomas/toga/toda guna menyikapi serta menyiasati potensi gangguan kamtibmas yang diprediksi dapat berimplikasi pada kontijensi.
2. Laksanakan rapat koordinasi dengan instansi terkait guna hadapi hasil putusan sidang PHPU di MK Jakarta.
3. Siapkan pasukan serta sarprasnya guna pelaksanaan rencana kontijensi dan laksanakan penyekatan/penutupan batas kota (sispam kota) serta koordinasi antar Polres pada Batas masing-masing.
4. Kapolsek Jajaran dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas dan fungsi Intelkam melakukan pendekatan, penggalangan dan koordinasi dengan pengurus parpol, tomas, team relawan kedua paslon.
5. Melaksanakan razia/sweeping secara terus menerus pada waktu tertentu dengan sasaran senpi/handak/narkoba guna menciptakan situasi kondisi yang kondusif dengan kuat personel yang maksimal yang di backup Brimob/Sabhar dengan bersenjata api.
6. Laksanakan patroli skala besar gabungan TNI-Polri secara kontinyu dengan sasaran lokasi-lokasi strategis/kerumunan massa yang berpotensi terjadi rusuh massa.